Nama : Zia Zaidah
NPM : 1C514673
Kelas : 3PA11
NPM : 1C514673
Kelas : 3PA11
A.
Teknik Terapi Analisis Mimpi
Analisis mimpi merupakan
salah satu prosedur yang cukup penting untuk menyikap hal-hal yang tidak
disadari serta memberikan pemahaman kepada klien mengenai beberapa focus masalah
yang tidak terselesaikan sebelumnya sehingga dapat terselesaikan.
Menurut Freud, mimpi
adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur. Baginya, mimpi adalah
ekspresi yang terdistrosi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang
terlarang diungkapkan dalam keadaan terjaga. Yang artinya mimpi merupakan salah
satu kunci untuk memunculkan sesuatu yang tidak kita sadari, maupun
keinginan-keinginan yang tidak seharusnya muncul karena ada nilai-nilai moral
yang tidak sesuai dengan lingkungan.
Metode analisis mimpi
dapat digunakan untuk mengungkapkan pesan bawah sadar atau masalah terpendam,
baik berupa hasrat,ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari
karena ditekan oleh seseorang. Ketika masalah alam bawah sadar ini telah
berhasil diungkap, maka untuk penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk
diselesaikan.
Proses
:
Ketika klien tidur, control kesadaran akan menurun,
klien mulai bermimpi yang artinya mimpi merupakan ungkapan ketidaksadaran
karena turunnya control kesadaran. Klien melaporkan dengan cara asosiasi bebas
yaitu menceritakan secara bebas. Tugas terapis menginterpretasi makna-makna
yang disamarkan.
Kelebihan
:
Adanya transferens, transferens merupakan berbagai
cara tiap individu dalam berhubungan dengan terapis/analis. Misalnya seorang
klien berinteraksi dengan terapis dengan menganggap seolah-seolah terapi
merupakan orang tua terdekat klien.
Kekurangan
:
Adanya resistensi, yang merupakan strategi pertahanan
klien yang tidak disadari sehingga menghambat terapis dalam memahami masalah
klien.
B. Terapi
Eksistensial
Terapi eksistensial adalah salah satu
psikoterapi yang menekankan pengalaman subyektif individual dalam kemauan
secara bebas, serta kemampuan yang ada untuk menekankan tujuan baru dalam
hidup.
Proses
:
Terapis membantu klien dalam mengidentifikasi dan
mengklarifikasi pandangan klien tentang dunia. Lalu, klien didorong dalam
mengembangkan gagasan yang jelas tentamg apa yang mereka yakini menjadi lebih
baik, kemudian terapis berfokus dalam menolong klien untuk bias melaksanakan
apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka sendiri.
Kelebihan
:
Dapat digunakan bagi klien yang mengalami kekurangan
dalam perkembangan dan kepercayaan diri
Adanya kebebasan klien dalam mengambil
keputusan, sehingga tidak tergantung pada terapis
Kekurangan
:
Kurang tegas dalam teknik pelaksanaannya
Cukup memakan banyak waktu, karena
membantu klien secara perlahan dalam mengetahui dirinya sendiri
C.
Pembentukan Perilaku Model
Perilaku model digunakan
untuk membentuk perilaku baru pada klien, menghilangkan perilaku yang
diinginkan atau memperkuar perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan kepada
klien perilaku-perilaku yang setidaknya cocok untuk diri klien, biasanya dengan
menggunakan model audio, model fisik, atau lainnya yang dapat diamati.
Proses
:
Terapis berperan aktif seperti guru, pengarahm dan
ahli dalam mendiagnosis tingkah laku yang maladaptive serta menentukan prosedur
yang sebaiknya digunakan dalam pemberian terapi. Lalu, terapis juga harus
terlibat dalam pemberiak penguatan-penguatan positif pada klien. Terapis juga
secara professional menjadi model yang penting bagi klien, karena klien sering
berinteraksi dengan terapis.
Kelebihan
:
Proses terapis befokus pada hasil yang dapat diukur
serta diamati dan jika terjadi kesalahan harus segera diperbaiki
Kekurangan
:
Proses terapi cenderung bersikap otoriter, komunikasi
berlangsung satu arah, karena terapi nnelatih dan menentukan apa yang harus
dipelajari oleh klien.
Komentar
Posting Komentar