Pengembangan Kreatifitas dan Keberbakatan



PENDAHULUAN

1.1   Pengertian Kreativitas 4P (Produk,Proses, Pendorong, Pribadi)
            Kreatif didefinisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Pada dasarnya pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik serupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dari karya lama atau sudah yang sudah ada sebelumnya.Sudah banyak para ahli yang mengemukakan definisi dari kreativitas, ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya melakukan aktifitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan. Berikut ini beberapa definisi para ahli :
·         “Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli atau adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.” (Menurut Widayatun)
·         “Kreativitas adalah keterampilan adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran.” (Menurut James R. Evans)
·         “Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri aptitude  seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility) dan keaslian (originality) dalam pemikiranm maupun ciri-ciri non aptitude, secara rasa ingin tahun, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.
1.1.1 Definisi Produk (Product)
            Pada definisi ini berfokus pada produk kreatif yang menekankan pada orisinalitas, yang bertujuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau mengkombinasikan seseuatu hal yang sudah ada sebelumnya. Menurut Stein (Basuki, 2010) menyatakan bhawa suatu produk baru dapat disebut sebagai karya kreatif apabila mendapat pengakuan atau pengahragaan oleh masyarakat pada waktu tertentu.
1.1.2  Definisi Proses (Process)
            Tidak ada kreativitas yang dihasilkan tanpa proses, proses disini berfokus pada proses berpikir yang dapat menciptakan ide-ide baru yang lebih inovatif dan variatif, seperti memikirkan suatu rancangan terbaru yang harus diciptakan dimasa yang akan datang.
Menurut Graham Wallas (1926), kreativitas merupakan proses 5 tahap:
a.       Persiapan (Preparation)                      : Proses pengumpulan informasi dan menginvestasikan masalah.
b.      Pengendapan (Incubation)      : secara tidak sadar memikirkan problem
c.       Isyarat (Intimation)
d.      Iluminasi (Ilumination)                        : Menyadari cara-cara baru dalam memecahkan masalah.
e.       Menguji (Verification)             : Mengimplementasikan temuan
1.1.3  Definsi Pendorong (Press)
            Definisi pendorong disini berfokus pada faktor dorangan internal dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk menciptakan menjadi diri yang kreatif, kemudian ditambah dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis seperti dorongan dari lingkungan tempat tinggal, keluarga, pertemanan bahkan guru.
1.1.4  Definisi Pribadi (Person)
Pada definisi ini kreativitas lebih difokuskan pada individunya sendiri, yang bisa dikatakan sebagai bakat. Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan yang ada dalam diri seseorang, hal ini juga erat kaitannya dengan bakat. Bakat tersebut bisa seperti bakat menyanyi, bakat menari, bakat menulis dsb.
Menurut Sternberg (Afifa, 2007) seseorang yang kreatif adalah sesorang yang dapat berpikir secara sintetis artinya dapat melihat hubungan-hubungan di mana orang lian tidak mampu meilihatnya yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis ide-idenya sendiri serta mengevaluasi nilai ataupun kualitas karya pribadinya, mampu menterjemahkan teori dan hal-hal yang abstrak ke dalam ide-ide praktis, sehingga individu mampu meyakinkan orang lain mengani ide-ide yang akan dikerjakannya.

1.2   Definisi Operasional Kreativitas
            Selain memiliki definisi konsepsional, kreativitas juga memiliki definisi operasional. Definisi operasional adalah petunjuk atau cara kerja bagi peniliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian dan operasional juga dapat menentukan apakah bahan masalah yang dapat diteliti itu layak atau tidak untuk diteliti lebih lanjut.
Sedangkan definisi operasional kreativitas adalah kekmampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk aptitude  maupun non aptitude, bisa dalam karya baru maupun karya yg sudah ada sebelumnya.
Kreativitas merupakan kemampuan yang menecerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk menggabungkan (mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan) menurut Munandar (Basuki, 2010)

1.3   Definisi Kreativitas Menurut Clark
Definisi kreativitas menurut Clark adalah “Pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, alam dan dengan orang lian. (Calrk Moustatis)”.
Definisi kreativitas menurut Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan “Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu berpikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feeling, sensing dan intuiting)” (Jnui 1961, Clark 1986).


TEORI-TEORI

2.1   Teori-Teori Mengenai Kreativitas
2.1.1   Teori Psikoanalisis

A.    Teori Freud
Sigmund Freud (1856-1939) tokoh yang menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Freud percaya bahwa mekanisme sublimasi merupakan penyebab utama dari kreativitas . Kaitan antara kebutuhan seksual yang tidak disadari dan kreativitas mulai pada tahun pertama dari kehidupan. Menurut Freud orang hanya didorong untuk menjadi kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual secara langsung.
B.     Teori Erns Kris
Ernest Kris menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke sebelumnya yang akan memberi kepuasan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Jika seseorang mampu untuk “regress” ke kerangka berpikir , rintangan antara alam pikiran sadar dan tidak sadar menjadi kurang, dan bahan yang yang tidak disadari yang sering mengandung benih kreativitas dapat menembus ke dalam kesadaran.
C.     Teori Jung
Carl jung percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang penting dalam kreativitas tingkst tinggi. Yang mana alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dari ketidaksadaran kolektif timbul penemuan,teori, seni dan karya baru lainnya.Proses ini yang menjadi lanjutan dari eksistensi manusia.
2.1.2      Teori Humanistik
A.    Teori Abraham Maslow
Menurut maslow pendukung utama dari humanistik, manusia mempunyai naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Proses perwujudan diri menjadi erat berkaitan dengan kreativitas.
B.     Teori Carl Rogers
Menurut carl rogers tiga kondisi dari pribadi yang kreatif adalah : Keterbukaan terhadap pengalaman,  kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang dan kemampuan untuk bereksperimen , untuk bermain dengan konsep-konsep.
2.1.3   Teori Csikszentmihalyi
Menurut Csikszentmihalyi (1997, dalam Shernoff, Csikszentmihalyi, Schneider & Shernoff, 2003), untuk dapat mengalami flow, (1) seseorang perlu berkonsentrasi, (2) merasa berminat, serta (3) bersemangat pada saat saat ia melakukan suatu aktivitas. Ketiga unsur tersebut perlu untuk terpenuhi pada saat yang bersamaan agar flow bisa terjadi. Di dalam setting sekolah, flow diketahui dapat terjadi pada siswa jika tugas-tugas yang diberikan oleh guru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Tugas-tugas sekolah yang diberikan kepada siswa sebaiknya tidak terlalu mudah tapi juga tidak terlalu mudah.
Sumber:


Komentar