Nama : Zia Zaidah
NPM : 1C514673
A. Perencanaan Karir
Perencanaan merupakan proses
penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dilakukan pada masa
yang akan datang. Sedangkan karir adalah semua jenis pekerjaan yang dilakukan
seseorang selama masa kerjanya yang memberikan kelangsungan, keteraturan, dan
nilai bagi kehidupan seseorang. Jadi, perencanaan karir adalah proses penentuan
rencana berupa kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dilakukan dalam pekerjaan
seseorang yang dapat memberikan kelangsungan, keteraturan, dan nilai bagi
kehidupan seseorang tersebut.
1. Tujuan
a.
Pengembangan yang
lebih efektif tenaga berbakat yang tersedi
b.
Kesempatan
penilaian diri bagi karyawan untuk memikirkan jalur-jalur karir tradisional
atau jalur karir
c.
Pengembangan sumber
daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi atau lokasi
geografis
d.
Kepuasan kebutuhan
pengembangan pribadi karyawan
e.
Peningkatan kinerja
melalui pengalaman on the job training yang
diberikan oleh perpindahan karir vertikal dan horizontal
2. Unsur – Unsur
a.
Penilaian individu
tentang kemampuan, minat, kebutuhan karir dan tujuan
b.
Penilaian organisasi
tentang kemampuan dan kesanggupan pegawai
c.
Komunikasi informasi
mengenai kebebasan memilih dan kesempatan karir pada organisasi
d.
Penyuluhan karir
untuk menentukan tujuan-tujuan realistik dan rencana untuk pencapaiannya.
3. Faktor –Faktor
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perencaan
karir, di mana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor
tersebut saat mereka merencanakan karir, yaitu sebagai berikut :
a.
Tahap kehidupan
karir
Seseorang akan berubah
secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaan karir mereka pada
berbagai tingkatan dalam hidupnya.
1)
Karir awal
Tahap pembentukan
berupa penekanan pada perhatian untuk memperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan
di tahun-tahun awal pekerjaan.
2)
Karir pertengahan
Tahap ini meliputi
pengalaman-pengalaman baru, seperti penugasan khusus, transfer dan promosi yang
lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan untuk ke jenjang
organisasi yang lebih tinggi.
3)
Karir akhir
Pemberian pelatihan
kepada penerus (karyawan baru), pengurangan beban kerja atau pendelegasian
tugas-tugas utama periode akhir agar tetap produktif dan persiapan diri untuk
pensiun.
b.
Dasar karir
Ada lima perbedaan
motif dasar karir yang menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk memilih dan
mempersiapkan karirnya, di mana mereka menyebutnya sebagai jangkar karir
(career anchors) yaitu antara lain:
1)
Kemampuan
manajerial
Tujuan karir bagi
manajer adalah untuk meningkatkan kualitas dari diri sendiri, analitis dan
kemampuan emosional
2)
Kemampuan fungsional
– teknis
Digunakan para teknisi
yang akan melanjutkan pengembangan dari bakat teknisnya. Orang-orang tersebut
tidak mencari kedudukan dalam manajerial.
3)
Keamanan
Digunakan untuk
kesadaran keamanan individu untuk memantapkan kesadaran karir mereka.
4)
Kreativitas
Seseorang yang kreatif
memiliki sedikit sikap seperti pengusaha. Mereka ingin menciptakan atau
membangun sesuatu yang benar-benar milik mereka.
5)
Otonomi dan
kebebasan
Dasar karir ini
digunakan untuk orang yang memiliki hasrat kebebasan agar bebas dari
aturan-aturan organisasi. Mereka menilai otonomi dan ingin menjadi bos dari
mereka sendiri dan bekerja pada langkah mereka sendiri.
B. Pengembangan Karir
Pengembangan karir merupakan implementasi dari
perencanaan karir, untuk itu pengembangan karir dapat didefinisikan sebagai
semua usaha pribadi karyawan yang tujukan untuk melaksanakan rencana karirnya
melalui pendidikan, pelatihan, pencarian, dan perolehan kerja, serta pengalaman
kerja.
1.
Tujuan
a.
Membantu
pencapaian tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karier karyawan
yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi kesejahteraan
karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan.
b.
Menunjukkan
Hubungan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan merencanakan karir pegawai dengan
meningkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
c.
Membantu pegawai
menyadari kemampuan potensinya. Pengembangan karir membantu menyadarkan pegawai
akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi
dan keahliannya.
2.
Unsur – Unsur
Menurut Mokijat (1995) program
pengembangan karir yang direncanakan mengandung tiga unsur pokok :
a.
Membantu pegawai
dalam menilai kebutuhan karir internnya sendiri
b.
Mengembangan dan
mengumumkan memberitahukan kesempatan-kesempatan karir yang ada dalam
organisasi
c.
Menyesuaikan kebutuhan
dan kemampuan pegawai dngan kesempatan-kesempatan karir.
3.
Faktor – Faktor
a.
Sikap atasan,
rekan, dan bawahan
Orang yang berprestasi
dalam bekerja namun tidak disukai oleh orang disekeliling tempat ia bekerja,
maka orang yang demikian tidak akan mendapat dukungan untuk meraih karir yang
lebih baik
b.
Pengalaman
Pengalaman dalam
konteks ini berkaitan tingkat golongan (senoritas) seorang pegawai. Dalam
mempromosikan para senior bukan hanya mempertimbangkan pengalaman saja tetapi
ada pemberian penghargaan terhadap pengabdiannya kepada organisasi.
c.
Pendidikan
Faktor pendidikan
biasanya menjadi syarat untuk menduduki sebuah jabatan dan mempengaruhi
kemulusan karir seseorang. Semakin berpendidikan seseorang akan semakin baik,
atau dengan kata lain orang yang berpendidikan lebih tinggi akan memiliki
pemikiran yang lebih baik pula.
C. Perencanaan Karir Individual
Perencanaan karir individual terfokus pada individu
yang meliputi latihan diagnostic, dan prosedur untuk membantu individu tersebut
menentukan “siapa saya” dari segi potensi dan kemampuannya. Perencanaan karir
individual meliputi :
a.
Penilaian diri
untuk menentukan kekuatan, kelemahan, tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan,
ataupunjangka karirnya (career anchor)
b.
Penilaian pasar
tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam
maupun di luar organisasi
c.
Penyusunan tujuan
karir berdasarkan evauasi diri
d.
Pencocokan kesempatan
terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir
e.
Perencanaan transisi
karir
D. Perencanaan Karir Organisasi
Perencanaan karir organisasional mengintegrasikan
kebutuhan SDM dan sejumlah aktivitas karir dengan lebih menitikberatkan pada
jenjang atau jalur karir (career path)
Tujuan program perencanaan karir organisasi adalah :
1.
Pengembangan
yang lebih efektif tenaga berbakat yang tersedia.
2.
Kesempatan
penilaian diri bagi karyawan untuk memikirikan jalur-jalur karir tradisional
atau jalur karir yang baru.
3.
Pengembangan
sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau
lokasi geografis.
4.
Kepuasan
kebutuhan pengembangan pribadi karyawan Peningkatan kinerja melalui pengalaman
on the job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertical dan
horizontal Meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan yang dapat menyebabkan
berkurangnya perputaran karyawan Suatu metode penentuan kebutuhan pelatihan dan
pengembangan.
Komentar
Posting Komentar