Pengembangan SDM

Terdapat tiga teknik merancang pekerjaan berdasarkan pendekatan psikologi :
A.    Job Enlargement
Praktek yang memperluas isi dari pekerjaan yang meliputi jenis dan tugas dalam tingkat yang sama. Job enlargement seharusnya dapat menambah kesenangan untuk bekerja tapi tidak diwajibkan memberikan pekerjan tanggung jawab yang  lebih, dan dapat digunakan untuk semua jenis pekerjaan.
Menurut Mondy, Render, dan Turney mengemukakan bahwa perluasan kerja adalah bentuk perubahan lapangan pekerjaan dengan memberikan tugas yang bervariasi kepaa pegawai dan memperluasnya secara horizontal.
Ada dua sistem pelakasaan tugas :
1.      Pelaksanaan tugas yang berkali-kali
2.      Pelaksanaan semua tugas yang membuat pekerjaan lengkap
Manfaat dari job enlargement :
1.      Reduces monotomy
Pada awal sebuah pekerjaan merupakan sebuah hal yang menarik, namun lambat laun pegawai akan merasakan kebosanan dalam hal rutinitas pekerjaan. Apabila job enlargement direncanakan dengan baik dapat membantu mengurangi hal tersebut dan akan membuat seorang pegawai lebih merasakan kepuasan kerja dan merasakan bahwa kebutuhannya terpenuhi.
2.      Increased work flexibility
Dengan adanya penambahan jumlah pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh seorang pegawai dengan ruang lingkup yang lebih luas dan berbeda dari berbagai aspek.
3.      No skills training required
Karena tidak adanya penambahan tanggung jawab yang lebih dari jabatannya maka tidak lagi dibutuhkan adanya pelatihan khusus untuknya. Namun, manajemen sumber daya manusia dan waktu dituntut lebih baik lagi, sehingga akan mendorong motivasi yang lebih besar lagi dari para pegawai.
B.     Job Enrichment
Menurut Soegoto (2009) job enrichment merupakan program pengayaan pekerjaan seperti rotasi kerja ke berbagai posisi di dalam perusahaan yang sama akan mengembangkan peluang pertumbuhan untuk menambah satu atau lebih faktor motivasi bagi karyawan. Hal ini karena di samping para karyawan memperoleh keahlian-keahlian baru, ia juga memperoleh wawasan yang lebih luas akan pekerjaan dan organisasi mereka.
Sedangkan menurut Hariandja (2002) job enrichment adalah meningkatkan otonomi seseorang dalam mengatur pekerjaannya.
Job enrichment adalah memperluas rancangan tugas untuk memberi arti lebih dan memberikan kepuasan kerja dengan cara melibatkan pekerja dengan pekerjaan perencanaan, penyelenggaraan organisasi dan pengawasan pekerjaan shingga job enrichment bertujuan untuk menambah tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, menambah hak otonomi dan wewenang merancang pekerjaan dan memperluas wawasan kerja.
C.     Sociotechnical Job Design
Pendekatan sociotechnical dari organisasi adalah pandangan sistem yang menekankan perlunya kesesuaian antara manusia dan komponen teknologi dalam sebuah organisasi.

Referensi :
Soegoto, E. S. (2009). Entrepreneurship menjadi pebisnis ulung. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Hariandja, M. T. E. (2002). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Grasindo

Komentar