Psikologi Manajemen

Nama   : Zia Zaidah
NPM   : 1C514673
PSIKOLOGI MANAJEMEN
Psikologi manajemen, pada hakikatnya psikologi adalah ilmu yang berfokus pada manusia berupa jiwa, mental, psikis. Sedangkan psikologi manajemen merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara me-manage, mengontrol, mengatur Sumber Daya Manusia di suatu perusahaan/organisasi. Karena unsur SDM merupakan modal utama untuk dapat membangun perusahaan. Dengan ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, dapat mengintervensi berbagai faktor, terutama dalam faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, bakat, keterampilan dan lain sebagainya dengan berbagai macam teknik dan metode dalam pengumpulan informasi individu.  Sehingga bisa dicapai kinerja SDM semaksimal mungkin untuk produktivitas perusahaan itu sendiri.
A.    Pengertian Organisasi
Sekumpulan orang yang bekerja sama dalam suatu wadah untuk mencapai satu tujuan bersama. Menurut Rosenzweig organisasi dapat dipandang sebagai berikut :
1.      Sistem sosial merupakan orang-orang dalam kelompok
2.      Integrasi / kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama
3.      Orang-orang yang berorientasi dan berpedoman pada tujuan bersama.
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem terbuka, sistem terbuka satu tingkatan jabatan dapat membantu jabatan yang lainnya. Dan organisasi dapat dipandang juga sebagai sistem yang dilingkupi oleh suatu batas sistem. Organisasi kerja/industri dapat timbul melalui 2 jenis proses, yaitu :
1.      Berdasarkan suatu perencanaan          : Seseorang yang mempunyai modal dengan tujuan untuk mengembangkan usaha, ia merencanakan membangun suatu perusahaan dengan rinci dan detail.
2.      Dimulai dari satu orang                       : Seseorang yang memulai usaha dari 0 hingga menjadi usaha yang besar.
B.     Pengertian Kelompok
Sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapaai tujuan yang sama, saling mengenal satu sama lainnya. Dalam organisasi kerja kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok formal yang diberi batasan waktu dan rincian tugas-tugas setiap jabatan dan tanggung jawab tertentu. Kelompok kedua yaitu informal yaitu kelompok yang tidak diberi batasan oleh organisasi dan terjadi secara alam antara sejumlah tenaga kerja.
Dalam kelompok organisasi kerja adanya interaksi antar setiap anggota kelompok kerja yang terdiri dari sejumlah tenaga kerja yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu sama lain. Tetapi intensitas ketergantungannya tidak selalu sama tiap waktu. Ketika kelompok kerja yang satu dengan yang lainnya memiliki satu tujuan yang sama dan saling memenuhi dalam pekerjaan itulah yang disebut kelompok interaksi. Sedangkan suatu kelompok yang bekerja masing-masing dengan tanggung jawabnya sendiri itulah yang dinamakan kelompok koaksi.
C.     Pengertian Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen adalah skill atau kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu untuk kita. Manajemen memiliki kaitan yang sangat erat dengan leader atau pemimpin.
Fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut,
1.      Fungsi Perencanaan / Planning
Menurut Harold Koontz dan O’Donnel fungsi perencanaan adalah bila kelompok orang berusaha agar efektif, maka mereka harus mengetahui apa yang harus mereka selesaikan. Perencanaan menyangkut usaha yang dilakukan untuk meminimalkan kecederngan di masa yang akan datang dengan penentuan strategi dan taktik yang baik dan tepat agar dapat mewujudkan target dan tujuan organisasi.
Kegiatan  dalam fungsi perencanaan yaitu menetepkan tujuan → menentukan strategi → menentukan sumber-sumber daya → menetapkan standar keberhasilan
2.      Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Suatu proses pengorganisasian tentang bagaiman strategi dan taktik yang tela dirumuskan daam perencanaan di awal yang didesain dalam sebuah struktur organisasi yang baik dan tepat, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara luwes dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.
Kegiatan dalam fungsi pengorganisasian yaitu menetapkan tugas setiap struktur → menetapkan tanggung jawab dan kewenangan → recruitmen, penyeleksian, pelatihan pengembangan → penempatan sumber daya.
3.      Fungsi Pengarahan / Directing
Menentukan program agar dapat dijalankan oleh seluruh strktru organisasi serta proses memotivasi, agar semua piha tersebut dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.
Kegiatan dalam fungsi pengarahan mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan dan pemberian motivasi → pemberian tugas dengan penjelasan rutin → penjabaran kebijakan
4.      Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkain kegiatan yang telah dirancang, diorganisasikan dan di diimplementasikan dapat berjalan agar sesuai dengan target yang diharapkan.

Kegiatan dalam fungsi pengawasan dan pengendalian mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan → melakukan klarifikasi dan koreksi → menyiapkan solusi atas masalah

Komentar