Tugas Ilmu Budaya Dasar


BAB I
ILMU BUDAYA DASAR

A.   Pendahuluan
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Hal ini perlu karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor-faktor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita. Tidaklah dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia spesialis yang tidak berpandang luas. Para lulusan perguruan tinggi kita kurang memiliki tempat yang sama untuk berpijak. Mereka relatif mengesampingkan bidang-bidang yang lain. Ini tidak berarti, bahwa mereka harus ikut campur bidang-bidang lain, tetapi  keadaan ini yang membuat mereka harus ikut campur bidang-bidang lain, tetapi keadaan ini yang membuat mereka seakan-akan buta akan bidang lain.
Ilmu Budaya Dasar merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan dan harapan.

B.    Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkang untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari The Humanities diharapkan seorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. The Humanities disamping meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia sendiri.
Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1)     Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Bertujuan untuk mengetahui keteraturna-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Dengan digunakannya metode ilmiah dan keakuratan penelitiannya 100% benar.
2)     Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Mesikupun hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendektai kebeneran. Sebabnya keteraturan dalam hubungan antar manusia dapat berubah dari saat ke saat atau terus berkembang.
3)     Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Digunakannya metode pengungkapan perisitiwa-perisitiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan.
     Pengetahuan Budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar adalah usaha yang diharapakan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
     Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya, sedangkan pengetahuan budaya mengakaji masalah nila-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya.


C.   Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut drinya sendiri.
Untuk bisa mendapatkan tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1)     Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
2)     Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang kemanusiaan dan budaya serta mengembangan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3)     Mengusahakan sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidag disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
4)     Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.


D.   Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ada 2 masalah pokok yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Sebagai berikut :
1.     Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan berbudaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2.     Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat. Manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan dalam menghadapi lingkungan alam, sosial dan  budaya akan tetapi juga ketidak seragaman yang ada secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan ungkapan, pikiran, perasaan dan hasil kelakuan mereka.
Dari kedua masalah pokok yang dapat dikaji nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subjek akan tetapi sebagai objek pengkajian.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
o   Manusia dan cinta kasih
o   Manusia dan keindahan
o   Manusia dan penderitaan
o   Manusia dan keadilan
o   Manusia dan pandangan hidup
o   Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
o   Manusia dan kegelisahan
o   Manusia dan harapan
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengertian budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan ilmu lain yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan  budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.




BAB II
MANUSIA DAN KEBUDAYAN
Manusia dan kebudayaan adalah kedua objek yang saling berhubungan erat. Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna dan dapat menciptakan kebudayaan, kebudayaan tercipta karna kebiasaan di hidup sehari-hari dan juga kejadian yang sudah diatur oleh Tuhan.
A.   Manusia
Manusia memiliki peranan yang sangat penting didunia dan dapat dipandang dari
banyak segi. Dalam ilmu eksata, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang sangat mementingkan keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap aktivitas (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk yang sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi), manusia merupakan makhluk yang selalu mementingkan kekuasaan (ilmu politik), manusia merupakan makhluk yang berbudaya (ilmu filsafat) dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1.     Manusia terdiri dari empat unsur yang sangat terkait, yaitu :
o   Jasad   : Badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat dirasakan oleh panca indera.
o   Hayat  : Mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
o   Ruh     : Daya yang bekerja secara spritual dan memahami kebeneran , yang mempunyai kemampuan mencipta suatu yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
o   Nafs    : Kesadaran tentang diri sendiri.
2.     Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
o   Id                     : Merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan tidak nampak. Yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan dunia luar diri, tetapi berkaitan dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
o   Ego                  : Sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasaan Id dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
o   Super ego        : Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Superego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontro diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi.

B.   Hakekat Manusia
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan yang lain, karena manusia dilengkapi oleh  akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk dikehidupan yang harus dipertimbangkan, dinilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya. Dengan adanya perasaan yang dimiliki, manusia mampu menciptkan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam manusia terbagi dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia. Misalnya :
a.      Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
b.     Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
c.      Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan,
d.     Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
e.      Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
f.      Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, dirabas, dirasa wujudnya konkrit tetapi tidak tidak abadi. Jiwa terdapat dalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jiwa adalah ruh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi) mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religus. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang menggagumkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggung jawabkan. Dengan kehidupan religus, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.
Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh ia dilepaskan dari rasa cemas. Semakin mendalam penghayatan terhadap Tuhan semakin bermakna pula kehidupannya. Dan akan terungkap pula kenyataan manusia individual atau kenyataan manusia subjektif yang memiliki harkat dan martabat tinggi.


C.   Kepribadian Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda dan berada dilingkungan yang berbeda pula. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian tiap manusia berbeda dengan wilayah yang satu dengan wilayah yg lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah dan Timur.
Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkpribadian baik, sopan santun. Bangsa Timur dikenal di dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah dalam hal teknologi.
Dalam ilmu psikologi yang bagian besarnya berasal dari Barat, banyak mengembangkan konsep-konsep dan teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode dan alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail tentang variasi jiwa individu dan lingkungan sosial budaya.
Francis L.K Hsu seorang sarjana Amerika keturunan Cina, mengembangkan suatu konsepsi tentang jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya, yang disebut sebagai Bagan Psiko-Sosiogram Manusia atau delapan daerah seperti lingkaran konsentris diri pribadi.
Nomor 7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh indvidu yang bersangkutan.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan. Maksud pikiran-pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia tersebut dan tidak ada eorang lain pun yang dapat mengetahuinya. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. Kebalikan dari nomor 5, ini berarti manusia mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada dipikirannya seperti perasaan, pengetahuan dan sebagainya.
Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (espressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya, yang dengan mudah dipahamin oleh sesamanya.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang atau benda-benda yang oleh individu diajak bergaul secara karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekanan batin atau dibayangi oleh kesedihan dan masalah-masalah hidup yang menyulitkan.
Nomor 2 disebut lingkarang hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditemukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.
Nomor 1 disebut lingkarang hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat,, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyaarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Nomor 0 disebut lingkarang dunia luar, terdiri dari pikira-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak diluar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.
Pada bagan Psiko-sosiogram, daerah lingkarang nomor 4 dibatasi oleh garis yang digambarkan lebih tebal dibandingkan daerah yang lain. Garis tebal itu menggambarkan batas dari alam jiwa individu yang disebut dalam ilmu psikologi adalah personality atau “kepribadian”.

D.   Definisi Kebudayaan
“Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu” menurut Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun termurun dari generasi ke generasi hidup terus. Walaupun orang-orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebebkan kematian dan kelahiran. Dalam pengertiaan sehari-hari kebudayaan disebut dapat diarsakan oleh panca indera seperti keseniaa terutama seni tari dan seni suara. Kebudayaan mempunyai arti yang tidak ada batasnya, dengan demikina sangat sukar untuk mendapatkan pembatasan pengertian yangt egas dan terinci yang mencakup arti kebudayaan.
Asal kata kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu kata budhayah  yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah. Secara umum kebudayaan dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya” atau dapat pula diartikan sebagai “segala usahan manusia untuk dpat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”
Seorang antropolog yaitu E.Btylor medefinisikan kebudayaan sebagai berikut “Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan. Kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.” Dengan kata lain kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
E.   Unsur – Unsur Kebudayaan
Ada banyak ahli yang mengemukaan unsu-unsur pokok kebudayaan, antara lain Melville J. Herkovits memberikan pendapatnya tentang unsur kebudayaan bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi , sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Menurut Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga atau pun petugas pendidikan dan oragnisasi kekuatan.
C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories Of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.     Sitem Religi (sistem kepercayaan).
Manusia memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahNya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2.     Sistem Organisasi Kemasyarakatan.
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia meskipun diciptkan sebagai makhluk yang sempurna tetapi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing antar individu, sehingga timbul rasa untuk berorganisasi kemsyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
3.     Sistem Pengetahuan.
Setiap manusia lahir memiliki akaldan pikiran yang berbeda, sehingga memunculkan sesuatu yang berbeda-beda pula. sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
4.     Sistem Mata Pencaharian dan Sistem Ekonomi.
Sistem yang terbentuk karena manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang secara terus menerus meningkat.
5.     Sistem Teknologi dan Peralatan.
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan hidup yang lain.
6.     Bahasa.
Sesuatu yang berawal dari sebuah kode, tulisan hingga berubah menjadi lisan utnuk mempermudah menyampaikan sesuatu antar sesama manusia (komunikasi).
7.     Kesenian.
Setelah manusia memenuhi kebutuhan fisiknya manusia juga memerlukan kebutuha psikis sehingga lahirlah kesenian yang dapat memenuhi kebutuhan psikis.
Masalah lain yang juga penting tentang kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umum mengatakan, bahwa kebudayaan dapat dibentuk dalam dua bentuk wujud. Pertama, kebudayaan benda (material) dengan ciri dapat diarsa saja. Kedua, kebudayaan rohaniah (spiritual) dengan ciri dapat dirasa saja atau tudak tampak.

F.   Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu :
o   Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia
Kebudayaan yang muncul karena adanya gagasa-gagasan baru yang matang serta ide kreatif. Dan dituangkan dalam sebuah buku-buku, arsip dan sebagainya.
o   Kompleks Aktivitas
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan serta bergaul dengan yang lian. Sistem sosial bersifat konkret, terjadi didalam kehidupan seharu-hari dan dapat diamati dan didokumentasikan.
o   Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia pada umumnya dilakukan dengan bantuan benda sebagai sarana dan prasarana. Itu lah awal lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bia bergerak maupun tidak.

G.  Orientasi Nilai Budaya
Menurut C. Kluckhohn dalam karyanya Variations inValue Orientation sistem nilai kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.     Hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setuap kebudayaan berbeda, ada yang berusaha mengakhiri hidup, ada pula yang melakukan pola-pola tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”.
2.     Hakekat karya manusia (MK)
Ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.     Hakekat waktu manusia (WM)
Ada yang berpandangan mememntingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa sekarang atau masa depan yang akan datang.
4.     Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang beranggapan bhawa manusia harus memaksimalkan alam, ada pula yang beranggapan bahwa manusia harus bersatu dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.
5.     Hakekat hubungan manusia (MN)
Ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, ada pula yang beranggapan bahwa individu lebih baik.

H.  Perubahan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan dimanapun akan selalul berubah,. Tidak ada kebudayaan yang tetap, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat. Gerak tersebut terjadi karena manusia mengadakan interaksi-interaksi dengan manusia lainnya.
Terjadinya perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :
o   Terjadi karena adanya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
o   Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik lingkungan hidup mereka.
Perubahan terjadi juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, tepatnya teknologi dan inovasi.
Dalam perubahan sosial terjadi perubahan struktual sosial dan pola-pola hubungan sosial, antara lain, sistem politik dan kekuasaan, persebaran penduduk, sistem status, hubungan-hubungan dalam keluarga.
Sedangkan perubahan kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda, sehinggan secara perlahan unsur kebudayaan asing diterima kedalam kebudayaan sendiri.

I.     Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan sangat lah erat hubungannya. Manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal yang artinya walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan saat kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.
Hubungan manusia dengan kebudayaan disebut dialektis, maksudnya saling terakit satu sama lain. proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1.     Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengeskpresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.     Objektivitasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitis objektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.     Internalisasi, yaitu proses dimana manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat. Oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.



BAB III
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A.   Pendekatan Kesusastraan
Hampir disetiap zaman seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities, ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nlai-nilai kemanusiaan dan bukannya formulasi nila-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. dibanding cabang yang lain seperti ilmu bahasa, seni memegang peranan yan penting, karena nila-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.
Karena seni adalah ekspresi seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampainnya.
Hampir disetiap zaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama karena sastra mempergunakan bahasa. Disamping itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada hakikatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra unuk berkomunikasi.
Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah memahami dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan pendapat-pendapatnya. Cabang-cabang seni yang lain juga dapat menarik kesimpulan, akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasannya.
Orientasi the humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercaku dalam the humanities.

B.   Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritmeyang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa latin “proa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Prosa juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.

C.   Nilai – Nilai Dalam Prosa Fiksi
Nilai-nilai yang diproleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.     Prosa fiksi memberikan kesenangan.
Pembaca dapat merasakan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan.
2.     Prosa fiksi memberikan informasi.
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Seperti dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini bahkan masa lalu.
3.     Prosa fiksi memberikan warisan kultural.
Prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi, dan merupakan saran abgi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

D.   Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adlah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Puisi adalah salah sesuatu yang kita kenal dengan rangkain kata-kata indah yang penuh makna didalamnya, apalagi jika benar-benar meresapi dalam membacanya. Di dalam ilmu budaya dasar kita menemukan penyajian puisi, adapun yang mendasarinya, yaitu :
o   Adanya hubungan didalam pembuatan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
o   Adanya suatu rasa insyaf atau sebuah kesadaran seseorang dari suatu kejadian.
o   Puisi dan keinysafan sosial.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.     Figura bahasa seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.     Kata-kata yang ambigu yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.     Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.     Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.     Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana-suasana dan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistik.


BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.   Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus besar bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka kepada atau rasa sayang, ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Arti cinta dan kasih hampir sama. sehingga rasa kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan dan memiliki hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Cinta kasih tidak selalu ditujukan kepada pasangan kita tetapi pada dasarnya cinta kasih adalah anugerah yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada seluruh makhluk-mahluknya, misalnya , ketika seekor hewan yang hidup sendirian,sudah pasti nantinya akan mati dan tak tau arah,sama dengan manusia yang butuh akan mahluk lainnya untuk saling melengkapi.  seperti hewan dengan anaknya, ketika anaknya diganggu oleh hewan lainya dengan sendirinya induk dari anak hewan terebut melindungi anaknya.Naluri inipun ada pada manusia, dimulai dari cinta kasih orang tua kepada anaknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi naluri kasih sayang ini dapat tertutup jika terdapat hambatan – hambatan misalnya pertengkaran, permusuhan, ketidaksukaan dan lainnya.
Hakikat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka semakin akrab.
Berawal dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari seseorang terhadap orang lain. contoh seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, cinta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, cinta seseorang terhadap sahabatnya atau seorang penduduk pada tanah airnya.
Adapun yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh tuhan dalam hati, sepasang suami istri , tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tidak akan ada keturunan, tidak akan terwujud asuhan, bimbingan dan pendidikan terhadap anak. cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :
o  Cinta kepada thagut. Thagut adalah setan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
o  Cinta berdasarkan hawa nafsu
o  Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan ada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.

B.   Cinta Menurut Ajaran Agama
Didalam kitab suci Al Qur’an terdapat berbagai bentuk cinta, antara lain :
1.     Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan diri. Ia juga mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya, ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan keburukan pada dirinya.
2.     Cinta kepada sesama manusia
Manusia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya agar dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya. Ia juga hendaknya menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dan memberi bantuan kepada orang lain. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka kepada diri sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan agar para mukmin tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.
3.     Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang. Islam menyerukan cinta seksual tersebut dengan cara yang sah yaitu perkawinan.
4.     Cinta kebapakan
Cinta ini terjalin antara seorang bapak dengan anak-anaknya yang merupakan sumber kebahagiaan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah ia meninggal dunia. Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh a.s. Betapa cintanya ia kepada anaknya tampak jelas saat ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak.
5.     Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doa saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
6.     Cinta kepada Rasul
Cinta kepada Rasul menduduk peringkat ke dua setelag cinta kepada Allah. ini karena Rasul merupakan manusia sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat lainnya.

C.   Kasih Sayang
Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta, atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pegorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang utuh.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa, bahkan bayi yang masih merahpun te;ah dapat mersakan kasi sayang dari ayah ibunya.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupn si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan menjadi :
o   Orang tua bersifat aktif, si anak bersofat pasif
o   Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
o   Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
o   Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif

D.   Kemesraan
Berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Pada dasarnya kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemeseraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga memancar dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari mereka yang bergetar.
Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita dan menjadi ukuran terpenting dalam memnetukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.

E.   Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Sholat dirumah, di masjid, sembahyang di pura, di candi, di gereja bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segal dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya dan lain-lain.
Bila setiap hari sekian kali manusia menuju kebesarannya dan selalu mohon apa yang kita inginkan dan Tuhan selalu megabulkan permintaan umatnya, maka wajarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Alangkah besar dosa kita, apabila kita tidak mencintaiNya meskipun hanya sekejap.

F.   Belas Kasihan
Cinta terbagi 3 dalam surat Yohanes. Cinta agape adalah cinta manusia kepada tuhan, cinta philia adalah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara dan ketiga cinta amor/eros adalah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan. Sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanr. Misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara conta kepada orang tua, pria-wanita dan cinta kepada Tuhan. Karena cinta ini disini bukan karena cakapnya dan cantiknya. Melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya dan sebagainya.
Kata kasihan berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. kemudian apa bedanya dengan Rahmah dengan Rahman ? kalau Rahman ada unsur memberi. Pengertian Rahmah adalah kita menaruh perhatian terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan. Sehingga menyebabkan rusak.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
a.     cara-cara menumpahkan belas kasihan
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepda situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.

G.  Cinta Kasih Erotis
Merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa [ada hakikatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat dianatara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakikatnya hanyalah sementara saja.
Cinta kasih dapat merangsang keinginan untu bersatu secara seksual. Dalam hal itu hubungan fisis tadi tidak memperhatikan sifat-sifat serakah dalam keinginan untuk maklukan atau untuk ditaklukan, tetapi akan tercampur dengan kehalusan bertindak serta kemseraan. Apabila keinginan untuk penyatuan fisis tidak dirangsang oleh cinta kasih. Apabila cinta kasih erotis tidak juga merupakan cinta kasih kesaydaraan, ia hanya akan membawa kita kepada penyatuan yang bersifat origastis (pesta pora) dan sementara saja.
Mencintai dan mengasihi seseorang bukan hanya merupakan perasaan yang kuat. melainkan suatu putusan, suatu penilaian, suatu perjanjian. Apabila cinta kasih hanya merupakan perasaan saja. Tidak ada dasarnya untuk saling berjanji akan mencintai dan mengasihi untuk selama-lamanya. Perasaan itu dapat timbul dan tenggelam pula. Bagaimanakah saya dapat memastikan bahwa perasaan itu akan menetap selama-lamanya bila perbuatan saya itu tidak mengandung suatu penilaian dan putusan ?
Pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain. oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu di dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh diputuskan.


BAB V
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A.   Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, suara dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangatlah luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu, tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
a.     Apakah keindahan itu ?
Sulit untuk menyatakan apakah keindahan itu. keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat berkomunikasi. Jadi, sulit bagi kita berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh yang molek, film dan nyanyian.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya adalah :
o   Keindahan seni
o   Keindahan alam
o   Keindahan moral
o   Keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut penglaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedangkan keindahan dalam arti tervatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Untuk menjawab “apakan keindahan itu” banyak sekali jawabannya. Karena itu dalam estetika modem orang lebih suka berbicara tentang seni dan pengalaman estetik, karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkrit yang dapat ditelaah dengan pengamatan secara empirik dan penguraian yang sistematik.
b.     Nilai Estetik
Dalam bindang filsafat, istilah nilai estetik seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan atau kebaikan. Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang values yang lebih terinici lagi.
Nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketidakbenarannya.
Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subjektif dan nilai objektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemsyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau saran untuk sesuatu hal lainnya. Yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
o   Puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
o   Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya. Terian itu merupakan nilai esktrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
c.      Kontemplasi dan ekstansi
Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adlah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia.
d.     Sebab manusia menciptakan keindahan
1)     Tata nilai yang telah usang
2)     Kemerosotan zaman
3)     Penderitaan manusia
4)     Keagungan tuhan


B.    Renungan
Renungan berasal dari kata renung, yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
1.     Teori pengungkapan
Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorag seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
2.     Teori metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
3.     Teori psikologis
Ialah teori penandaan yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. 


Referensi :




Komentar

Posting Komentar